
Indonesia meluncurkan produk wisata baru bernama Camino de Flores, sebuah rute perjalanan ziarah sejauh 70 kilometer yang melewati Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Konsep ini terinspirasi dari Camino de Santiago yang terkenal di Spanyol, tetapi dirancang khusus untuk menawarkan pengalaman wisata yang menggabungkan spiritualitas, alam, sejarah, dan budaya lokal kepada pengunjung domestik maupun mancanegara.
Peluncuran resmi Camino de Flores diumumkan pada 13 Oktober 2026 di Kantor Kementerian Pariwisata. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melihat inisiatif ini sebagai strategi untuk menyebarkan kunjungan wisatawan ke berbagai wilayah, bukan hanya terkonsentrasi di satu tempat seperti Labuan Bajo. “Camino de Flores hadir sebagai sebuah pola perjalanan baru yang berpotensi menjadi hal yang sangat menarik bagi para wisatawan,” ujarnya.
Menpar Widi menjelaskan bahwa dengan program ini, wisatawan akan menginap lebih lama di berbagai desa dan langsung membelanjakan uang mereka di tingkat komunitas lokal, bukan hanya di pusat pariwisata besar. Pendekatan ini membantu mendorong peredaran ekonomi yang lebih merata dan menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat Flores secara langsung.
Inisiatif Camino de Flores berasal dari Mari Elka Pangestu, mantan menteri pariwisata. Tiga tahun sebelumnya, Pangestu mengikuti perjalanan empat hari menempuh 140 kilometer melalui Camino de Santiago di Spanyol. Pengalaman tersebut memberinya inspirasi untuk membawa konsep serupa ke Indonesia. “Sepanjang perjalanan itu pikiran saya terus kembali ke Indonesia, ke Flores,” ungkapnya, menjelaskan bagaimana rute ini akan mencakup destinasi dari Kelimutu hingga Riung, melintasi hutan-hutan Ngada dan pantai-pantai Ende.
Rute Camino de Flores akan dilaksanakan 23 hingga 27 Oktober 2026. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik inisiatif ini sebagai peluang pemulihan pascagempa NTT dan pengembangan pariwisata multifaset di Flores, mengingat wilayah tersebut memiliki beragam atraksi dari Labuan Bajo hingga Festival Semana Santa dan situs sejarah seperti rumah pengasingan Bung Karno di Ende.
Sumber: Detik Travel
Baca Juga

Thailand Targetkan Wisatawan Indonesia dengan Paket Wellness dan Destinasi Ramah Muslim

Destinasi Wisata di Luar Kota Besar Mulai Ramai, Bali Tetap Unggul

Artotel Wanasaba Luncurkan Paket Wisata Budaya Dieng untuk Menarik Turis Mancanegara

