
Peta pariwisata Indonesia mengalami pergeseran signifikan. Wisatawan asing tidak lagi hanya berdatangan ke pusat-pusat wisata utama, melainkan mulai menyebar ke berbagai daerah dengan minat dan preferensi yang lebih beragam.
Data pertumbuhan pada awal 2026 memperlihatkan tren positif di destinasi-destinasi baru. Kawasan Manado-Likupang di Sulawesi Utara mencatat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 60,42 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, sementara Danau Toba di Sumatera Utara tumbuh 33,40 persen.
Untuk wisatawan lokal, pertumbuhan paling mengesankan justru datang dari Danau Toba dengan peningkatan 106,68 persen year-over-year. Destinasi Lombok-Gili Tramena di Nusa Tenggara Barat menyusul dengan pertumbuhan 75,45 persen dalam kurun waktu yang sama.
Meski tren mulai merata ke berbagai wilayah, Bali tetap mempertahankan posisi sebagai tulang punggung industri wisata nasional. Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan, “Kalau saya proyeksikan sampai akhir tahun 2026, kira-kira akan melampaui angka 7 juta” kunjungan wisatawan mancanegara.
Hingga akhir September 2026, Bali telah menyambut sekitar 5,5 juta pengunjung asing. Meski mengalami kendala di awal tahun, momentum pemulihan kunjungan mulai terlihat jelas dalam data bulan-bulan terakhir.
Pemerintah bersama industri pariwisata kini fokus pada upaya menjaga kualitas dan daya saing sektor ini. Strategi ini dirancang agar manfaat ekonomi dari pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh komunitas lokal di berbagai daerah, bukan hanya di tempat-tempat wisata tradisional.
Sumber: Detik Travel
Baca Juga

Thailand Targetkan Wisatawan Indonesia dengan Paket Wellness dan Destinasi Ramah Muslim

Artotel Wanasaba Luncurkan Paket Wisata Budaya Dieng untuk Menarik Turis Mancanegara

Festival Fashion Muslim 2026 Jadi Strategi Jakarta Perkuat Posisi sebagai Kota Belanja Wisatawan

