
Cristiano Ronaldo dikenal sebagai atlet yang sangat disiplin dalam menjaga tubuhnya. Giorgio Barone, mantan chef pribadi pemain Al-Nassr ini selama berseragam Juventus (2018-2021), mengungkap bahwa salah satu kunci kesehatan CR7 adalah menghindari susu, meski minuman tersebut umumnya dianggap bergizi tinggi.
Menurut Barone, susu dihindari karena dianggap tidak alami untuk diminum oleh manusia dewasa. “Manusia satu-satunya makhluk hidup yang minum susu hewan lain,” ujar Barone. Dia menekankan bahwa hewan lain berhenti menyusu setelah melewati fase bayi, sehingga mengikuti pola alam menjadi pilihan Ronaldo.
Selain susu, Ronaldo juga meninggalkan minuman bersoda dari menu hariannya sejak lama. Pola makannya berfokus pada protein tanpa lemak berlebih, mulai dari ayam, ikan, alpukat, hingga berbagai sayuran segar. Sarapannya sangat sederhana: alpukat, kopi, dan telur tanpa pemanis tambahan apapun.
Pada siang hari, Ronaldo menyantap daging atau ikan yang dipasangkan dengan sayuran, tanpa mengonsumsi karbohidrat dari tepung seperti roti atau pasta. Menu malam dibuat lebih ringan berupa ikan atau daging dengan lalapan hijau. Barone juga merinci bahwa Ronaldo rutin mengonsumsi jeroan seperti hati, jantung, dan otak yang disebut superfood kaya zat besi.
Disiplin makan yang ketat ini menghasilkan persentase lemak tubuh Ronaldo yang sangat rendah, diduga sekitar tujuh persen—jauh lebih baik dari rata-rata pemain sepak bola Liga Primer yang umumnya berada di kisaran 8-12 persen. Usia biologis Ronaldo juga diklaim 11 tahun lebih muda dari usia kronologisnya yang sudah 41 tahun.
Perlu diketahui, klaim tentang usia biologis dan persentase lemak ini berasal dari pernyataan Barone dan belum didukung oleh hasil pemeriksaan medis independen yang dipublikasikan secara resmi. Meski demikian, pendekatan diet rendah gula dan minim karbohidrat olahan yang diterapkan Ronaldo sejalan dengan rekomendasi umum dari para ahli gizi olahraga profesional.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Mengapa Beberapa Orang Selalu Habiskan Makanan hingga Piring Bersih? Ini Penjelasannya

Perjalanan Jauh 84 Km Berbuah Hadiah Istimewa: Penumpang Taksi Online Ini Dapat Makan Gratis di Restoran Pakistan

Mengapa Tempe Bisa Dihargai Rp 75 Ribu per Potong di Eropa, Padahal di Indonesia Sangat Terjangkau

