
Sebanyak 125 truk bermuatan ratusan ribu genteng tanah liat resmi dilepas dari area parkir Pasar Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat sore. Pengiriman besar-besaran ini merupakan bagian dari program Gentengisasi yang digagas pemerintah pusat untuk memastikan rumah-rumah di Indonesia menggunakan genteng, bukan material lain seperti asbes atau seng.
Dua menteri hadir langsung dalam acara pelepasan tersebut, yaitu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Selain mereka, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, dan Bupati Majalengka Eman Suherman turut menyaksikan momen itu.
Maruarar bahkan naik langsung ke beberapa truk untuk memastikan muatannya benar-benar berisi genteng. Ia menyebut pemesanan 500 ribu genteng secara serentak dari perajin lokal Purwakarta ini adalah yang pertama kali terjadi, dan dinilai mampu mendorong peningkatan kapasitas serta kualitas produksi para pengrajin setempat.
Tito Karnavian menjelaskan alasan program ini diluncurkan. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, masih banyak rumah yang belum menggunakan genteng tanah liat. “Dari data yang ada, sekarang ini baru 57 persen rumah pake genteng tanah liat. Sisanya pakai asbes, pakai seng dan lain-lain,” ujar Tito.
Jawa Barat dipilih sebagai lokasi peluncuran karena dua daerahnya, yakni Plered Purwakarta dan Jatiwangi Majalengka, dikenal sebagai sentra produksi genteng terbesar di Indonesia. Selain soal estetika dan kenyamanan rumah yang lebih sejuk, program ini juga diharapkan bisa menghidupkan kembali geliat para perajin genteng lokal. “Semoga dengan program Gentengisasi ini, produksi genteng bisa semakin meningkat dan membangkit perajin lokal,” kata Tito.
Program Gentengisasi ini menjadi bukti bahwa kebijakan perumahan tak melulu soal fisik bangunan, tapi juga bisa menjadi jembatan bagi industri kerajinan lokal untuk tumbuh lebih besar dan diakui secara nasional.
Sumber: Antara News

