
Prestasi kuliner Indonesia kembali mendapat apresiasi dari panggung internasional. TasteAtlas, situs yang mengkurasi makanan tradisional dari berbagai belahan dunia, memasukkan lima hidangan ayam khas Indonesia dalam daftar Top 100 Indonesian Foods versi 2026. Pengakuan ini membuktikan bahwa kekayaan cita rasa ayam tradisional lokal mampu bersaing di level global.
Keragaman cara mengolah ayam di setiap daerah Indonesia menghasilkan profil rasa yang unik. Dari Bali hingga Sumatera Barat, masing-masing wilayah memiliki teknik dan bumbu khas yang membedakan hidangan mereka. Kombinasi rempah, proses memasak, dan presentasi mencerminkan identitas kuliner lokal yang telah bertahan turun-temurun.
Ayam pelalah dari Bali menggunakan suwiran daging ayam yang dicampur dengan bumbu rempah melimpah seperti bawang merah, bawang putih, serai, kunyit, jahe, lengkuas, daun jeruk, dan cabai merah. Hasilnya adalah hidangan dengan rasa pedas dan aroma rempah yang kuat, yang biasa disajikan dalam acara adat maupun hidangan sehari-hari.
Ayam geprek, favorit di kalangan mahasiswa, berasal dari Jawa dengan konsep sederhana namun efektif. Daging ayam goreng tepung yang masih renyah digeprek bersama sambal di atas cobek, menciptakan perpaduan sempurna antara tekstur garing dan pedas yang menggugah selera. Menu ini kini berkembang dengan variasi seperti penambahan keju atau saus telur asin.
Ayam betutu dari Bali menggunakan teknik memasak yang lebih kompleks. Ayam utuh dilumuri bumbu base genep—kombinasi bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, ketumbar, serai, cabai, dan terasi—lalu dibungkus daun pisang dan dimasak perlahan hingga daging empuk dan bumbu meresap total.
Dari Jawa Timur hadir ayam penyet dengan proses unik yang melibatkan pemipihan daging menggunakan ulekan setelah digoreng. Teknik ini membuat daging lebih lembut sekaligus membantu sambal pedas melekat pada permukaan. Popularitasnya tidak hanya tersebar di Indonesia tetapi juga digemari di Singapura.
Ayam pop dari Minang atau Sumatera Barat menampilkan warna pucat yang khas dengan tekstur daging sangat lembut. Proses pembuatannya melibatkan perebusan ayam dalam air kelapa bersama bawang putih, lengkuas, serai, dan daun salam, diikuti penggorengan singkat tanpa membuat permukaan kecokelatan. Hasilnya adalah daging empuk dengan cita rasa gurih dan sedikit manis, yang menjadi andalan di rumah makan Padang.
Pengakuan TasteAtlas terhadap kelima hidangan ayam ini bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti bahwa kearifan kuliner lokal Indonesia memiliki nilai universal. Setiap olahan menceritakan kisah tradisi, teknik, dan dedikasi yang terangkum dalam setiap gigitan, membuat mereka layak diperhitungkan di panggung kuliner dunia.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Gurame Kuah Kuning Kemangi, Alternatif Lezat Selain Goreng Crispy

Faank Wali Jelajahi Cita Rasa Malaysia: Dari Kepiting Segar hingga Nasi Lemak Autentik

Restoran Thailand Hadapi Tuntutan Influencer untuk Makan Gratis atau Dapat Review Negatif

